This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 15 Agustus 2011

Fahri Berharap KPK Kembali ke Jalan yang Benar

Fachri Hamzah Anggota DPR dari Fraksi PKS
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai masih tebang pilih dalam melakukan pemberantasan korupsi. Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fachri Hamzah mendesak KPK agar segera melaksanakan fungsinya memberantas kasus korupsi tanpa pandang bulu.

“KPK itu saya harap kembali ke jalan benar, laksanakan saja undang-undang dengan benar,” ujar Fachri saat dihubungi wartawan, Senin (15/8/2011).

Fahri juga mengkritik karena KPK dianggapnya lebih mementingkan popularitas di hadapan masyarakat tanpa memperhitungkan sumber daya manusia untuk melaksanakan penuntasan kasus hukum.

Ekspektasi masyarakat yang meningkat akibat popularitas KPK tersebut menyebabkan laporan korupsi masuk secara deras ke KPK, namun tak sanggup diatasi sehingga berujung pada penumpukan hingga mencapai puluhan ribu kasus.

Kata Fachri, kondisi tersebut menyebabkan KPK kewalahan dan akhirnya memilih untuk berpolitik dalam penuntasan kasus hukum. “Berpolitik dalam pengertian yang banyak risiko, dia takkan mau ambil dan selesaikan. Yang banyak resiko jelas terkait dengan partai penguasa,” pungkasnya.
(ful) [okezone.com]

Minggu, 14 Agustus 2011

Belanja Bareng Anak Yatim Raih Rekor MURI

Tiga ribu lebih anak yatim di Indonesia serentak berbelanja bersama. Acara yang digagas oleh Penasehat Program Kepedulian Pemberdayaan Umat (PKPU) ini memecahkan rekor MURI.

Di Jakarta, acara ini dipusatkan di Carrefour Cempaka Putih yang dihadiri 400 anak yatim. Acara ini juga dihadiri Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri, Penasehat PKPU Hidayat Nurwahid, dan Pemilik Para Group, sekaligus Presiden Komisaris PT Carrefour Indonesia, Chairul Tanjung.

Belanja Bareng Yatim ini digagas oleh lembaga kemanusiaan nasional PKPU bekerjasama dengan Lintasarta Indonesia, PT Telkom Indonesia, Carrefour Indonesia dan sejumlah lembaga perusahaan lainnya yang didanai oleh donatur PKPU baik secara individu maupun perusahaan.

"Ini tahun ketiga kita, dilaksanakan serentak di 16 provinsi dan 24 kota yang diikuti total oleh 3.333 anak yatim," ungkap Direktur Utama PKPU, Agung Notowiguno, dalam acara itu.

Agung menjelaskan, di pusat, belanja bareng ini diikuti 1.600 anak yatim di delapan titik yang bekerjasama juga dengan 40 yayasan serta sisanya dilakukan di 24 kota besar lainnya. Dari program ini, setiap anak yatim diberikan voucher belanja dan dipersilahkan memilih belanjaan yang disukai dan dibutuhkan terutama untuk kebutuhan lebaran.

Kemudian, Ketua Museum Rekor Indonesia (MURI), Jaya Suprana memberikan penghargaan pencatatan rekor kepada PKPU yang diberikan kepada  Hidayat Nurwahid, Komisaris Utama PT Carrefour Indonesia, Chairul Tanjung  dan Gatot dari PT Telkom Indonesia.

"Rekor ini adalah rekor belanja bersama anak yatim yang dilakukan serentak dengan peserta terbanyak di Indonesia dan bahkan rekor dunia," ungkap Jaya Suprana. [vivanews.com 14/8/2011]

Senin, 08 Agustus 2011

Dituduh 'Embrio' Teroris, PKS Cuek

Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq
SURABAYA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak ambil pusing dengan tuduhan banyak pihak --termasuk partai politik Islam lainnya-- yang menganggap PKS sebagai simbol kekuatan politik teroris, atau aliran Islam garis keras. PKS menegaskan akan tetap bekerja untuk bangsa di tengah tudingan miring itu.

Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq mengeluhkan stigma yang masih melekat kuat dalam partai yang dipimpinnya. 'Oleh sesama partai Islam, kami dicap menganut aliran Wahabi, dan oleh partai nasionalis-sosialis kami dianggap embrio ajaran teroris,' katanya pada forum silaturahmi dengan tokoh masyarakat di Jawa Timur di Surabaya, Senin sore (8/8/2011).

Namun, Luthfi berupaya tidak menanggapi stigma negatif itu. Ia menganggap tuduhan macam itu sebagai hal yang biasa dalam arena politik. 'Tapi jangan lupa, PKS masih diperhitungkan dan diakui di panggung politik, karena niat kami benar-benar bekerja untuk bangsa,' tambahnya.

Meski banyak dicap negatif oleh parpol Islam sendiri, menurut Luthfi, PKS masih membuka peluang bagi parpol kecil lainnya khususnya yang bernafas Islam untuk berkompetisi dalam Pemilu 2014 nanti. Hal itu tercermin dari usulan batas ambang perolehan suara (Parliamentary Trashhold) sebanyak 3 persen.

Jumlah tersebut lebih rendah dari partai besar lainnya seperti Partai Demokrat (5 persen), dan partai Golkar (4 persen). Alasan usulan PT itu karena PKS menganggap, perjuangan tidak dapat dilakukannya sendiri, namun perlu bergandengan tangan dengan parpol lain yang sepaham ideologinya. 'Perkara menang atau kalah, kami serahkan kepada Allah SWT, yang penting kami sudah mewadahi aspirasi politik umat Islam untuk kemajuan bangsa ini,' tegasnya.

Ditanya nama calon presiden untuk Pemilu 2014 nanti, menurut Luthfi masih terlalu dini untuk membicarakannya, capres akan dibahas partainya setelah mengetahui hasil pemilu legislatif 2014 mendatang. [kompas.com 8/8/2011]

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More