This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Jazuli Juwaini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jazuli Juwaini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2011

Artis Islam KTP dan ST 12 Meriahkan Deklarasi Pencalonan Jazuli – Makmun


SERANG – Pasangan bakal calon gubernur (balongub-wagub) Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki akan menggelar deklarasi pencalonan di Alun-alun Barat Kota Serang, Sabtu (30/7).

Deklarasi pasangan yang diusung oleh koalisi keumatan ini akan dimeriahkan oleh grup band ST 12 dan artis sinetron Islam KTP.

Ketua Tim Pemenangan Jazuli-Zakki, Miptahudiin, menyatakan,  acara deklarasi akan di mulai dari pukul 08:30 WIB. “Pasangan Jazuli-Zakki akan memulainya dengan salat zduha bersama di Masjid Agung Kota Serang (At-tsauroh).

Dilanjutkan dengan aksi kolosal yang mencirikan 10 Tahun Banten yang perlu pembenahan,” jelas Miptahudiin, Jum’at (29/7).

Ia mengatakan, deklarasi pasangan Jazuli-Zakki akan dihadiri puluhan ribu orang yang berasal dari seluruh wilayah di Banten.

“Massa koalisi keumatan ini akan bersatu dalam acara deklarasi koalisi keumatan yang mengusung jargon Bersama Benahi Banten. Seluruh pimpinan, kader dan simpatisan partai pengusung Jazuli-Zakki yakni PKS, PPP, PBR dan PKNU akan hadir bersama,” katanya.

Miptahudin, menyatakan deklarasi Jazuli-Zakki ini untuk mengirimkan pesan kepada seluruh masyarakat Banten bahwa koalisi keumatan dalam keadaan solid untuk memenangkan pasangan Jazuli-Zakki.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa Jazuli dan Zaki yang pantas untuk memimpin Banten. Dengan dukungan mesin partai politik yang efektif. Disertai dengan momentum pembenahan, yang muncul saat masyarakat memang membutuhkannya. Kami yakin bahwa pasangan ini yang akan memenangkan pilgub Banten,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pasangan Wahidin Halim-Irna, deklarasi pencalonan akan dilakukan pasca lebaran. “Rencananya pasca lebaran. Kalau deklarasi Ramadhan, kasihan kepada yang hadir karena sedang berpuasa,” kata Wahidin.

Ia menyatakan, meskipun belum deklrasi, namun tim dalam keadaan solid untuk pemenangan WH-Irna. “Saya yakin dalam Pilgub yang menentukan figur bukan mesin parpol,” katanya. (haryono/dms) [Sumber: http://www.poskota.co.id]

Kamis, 28 Juli 2011

Jazuli Juwaini (Calon Gubernur Banten) Terima Penghargaan dari Jepang

Banten - Salah satu tokoh dan ulama Banten juga kader terbaik Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini yang kini tengah mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Gubernur Provinsi Banten, menerima penghargaan dibidang Otonomi Daerah (Otda) sekaligus didaulat sebagai pembicara utama pada "The 6th Indonesian Political Watch", yang diselenggarakan Universitas Kyoto, Jepang, Kamis 21 Juli 2011.

Penghargaan diberikan kepada tokoh Indonesia yang dinilai memiliki peran dan kontribusi dalam bidang otonomi daerah. Hadir pada acara itu para Profesor dan Doktor dari berbagai universitas di Jepang, antara lain Prof. Okamoto Masaki, Prof Kato, dan Prof. Jun Honna.

Hadir juga para pengamat politik Indonesia yang sedang belajar dan melakukan penelitian di Jepang. Dalam pidatonya di hadapan para undangan, Jazuli menegaskan bahwa substansi otonomi bukan hanya otonom secara administratif dan pemerintahan, tetapi juga mencakup otonomisasi masyarakat.

Prinsip kemandirian dalam konsep otonomi daerah, lanjut Jazuli, berorientasi pada tiga hal yakni pemenuhan kebutuhan nyata masyarakat daerah (community oriented), sumber daya yang ada di daerah (community based), dan partisipasi aktif para anggota masyarakat daerah (community managed).
[inilah.com 26/7/2011]

Di hadapan para pejabat Jepang yang juga hadir pada acara tersebut, Jazuli mengatakan bahwa ada 6 kunci sukses pelaksanaan otonomi daerah.


Kunci pertama, kepemimpinan yang memberi teladan, cerdas melihat potensi dan peluang daerah serta kreatif dan inovatif dalam mengelolanya.

Kunci kedua, reformasi birokrasi. Yang harus direformasi dari birokrasi adalah kelembagaan, ketatalaksanaan, dan sumberdaya.

Kunci ketiga, peningkatan kualitas pelayanan publik.


Kunci keempat, otonomisasi dan partisipasi masyarakat.

Kunci kelima, optimaliasi potensi daerah.

Kunci keenam, inovasi manajemen pemerintahan dan pembangunan.

Apa yang disampaikannya di Universitas Kyoto tersebut, merupakan hasil amatan dan pengalaman Jazuli selama ini selama mengawal program otonomi daerah di DPR-RI. "Semua itu merupakan perpaduan antara visi, pengalaman, dan evaluasi saya selama ini," jelasnya.

Minggu, 24 Juli 2011

PKS Pandeglang Solidkan Dukungan Jazuli-Makmun

PANDEGLANG – Pengurus dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pandeglang, memperkuat barisan untuk mendukung pasangan gubernur dan wakil gubernur Banten Jazuli Juwaeni-Makmun Muzakki.

"Selama ini PKS cukup solid, dan kini akan lebih ditingkatkan lagi untuk mendukung dan memenangkan pasangan Jazuli-Makmun dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten," kata Encep Mafud di Banten, Ahad (24/7).

Pernyataan itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Pandeglang tersebut disela-sela rapat kerja daerah (Rakerda) di Pandeglang.
Menurut Encep, pelaksanaan Rakerda akan yang dihadiri pengurus, kader dan simpatisan partai dan ini akan menambah soliditas untuk menyukseskan Pilkada Banten.

"Rakerda ini juga digelar sebagai ajang lebih menyolidkan barisan partai dalam menyukseskan pilkada Banten dan memenangkan pasangan Jazuli-Makmun," katanya.

Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Provinsi Banten Saukatuddin mengatakan, banyak faktor yang menjadi faktor kemenangan Jazuli-Muzaki, di antaranya dari eksternal yang perlu diperhatikan para kader.

"Kita minta seluruh kader meningkatkan ikhtiar untuk menyukseskan kemenangan Jazuli-Makmun, dan memerhatikan berbagai faktor termasuk dari kalangan eksternal," ujar anggota DPRD Provinsi Banten tersebut.

Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten periode 2012-2016 digelar 22 Oktober 2011, dan diikuti empat pasangan calon, yakni tiga dari gabungan partai politik dan satu jalur perseorangan.

Ketiga pasangan calon yang diusung gabungan partai politik, yakni Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, Jazuli Juwaini-Makmun Muzaki dan Wahidin Halim-Irna Narulita, ketiganya diusung gabungan partai politik. Sedangkan pasangan calon yang maju melalui jalur perseorangan, yakni Dwi Jatmiko-Tjetjep Mulyadinata. [Sumber: republika.co.id]

Minggu, 10 Juli 2011

Calon Gubernur Berkalung Sorban

Jazuli Juwaini
Jakarta - Bagi Anda yang tinggal di wilayah Banten atau pernah melintas di wilayah itu, kemungkinan besar melihat baliho atau poster para kandidat Gubernur Banten. Salah satunya calon gubernur berkalung sorban. Siapa dia?

Ini tidak ada kaitan dengan film layar lebar yang sempat booming beberapa waktu lalu, 'Perempuan Berkalung Sorban'. Tapi ini terkait dengan kandidat pemimpin Banten yang bakal maju dalam kontestasi Pemilu Kepala Daerah Banten yang rencananya akhir tahun ini.

Ya, salah satu kandidat gubernur Banten yang muncul di tengah publik di antaranya Jazuli Juwaini yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Berbeda dengan kandidat lainnya, foto Jazuli Juwaini memiliki ciri khas, yakni bersorban. "Foto itu sejak dua pemilu legislatif lalu, serta Pemilihan Bupati Tangerang (Pilbup) Tangerang," akunya kepada INILAH.COM melalui saluran telepon, Minggu (10/7/2011).

Politikus PKS ini mengaku, dirinya sengaja memakai foto edisi lamanya untuk sosialisasi dalam Pemilihan Gubernur Banten Tahun 2011 ini. "Ya biar akrab dan familiar saja dengan masyarakat," ungkapnya memberi alasan mengapa tidak dengan foto yang terbaru.

Khusus dengan 'kalung sorban' yang ia kenakan, anggota DPR ini memiliki alasan khusus. Dia menyebutkan Banten merupakan kota santri dan ulama. "Banten kan identik dengan santri ulama. Sorban sebagai salah satu simbol santri. Meski saya bukan ulama, tapi saya ini santri," ujarnya.

Alasan lainnya, tambah Jazuli yang memiliki pasukan Komunitas Masyarakat Pendukung Jazuli (Kompi) yang berbasis di Tangerang Selatan ini, menyebutkan tampilan glamour tidak lagi diminati oleh kebanyakan masyarakat. Dia menyebutkan, dengan tampilan berkalung sorban, terdapat makna kesederhanaan.

Dia pun membuka rahasia terkait koleksi sorban yang ia miliki. Jazuli mengaku, koleksi sorbannya tidaklah sedikit. "Meski saya ini anggota DPR, tapi masih suka ceramah. Nah, kalau soal sorban, saya punya sekitar 70 koleksi sorban," bebernya yang kerap dipanggil dengan sebutan ustaz ini. [tjs] (Sumber: http://nasional.inilah.com)

Dedi Mizwar Dipertimbangkan Dampingi Jazuli

Dedy Mizwar
Tangerang: Bakal Calon Gubernur Banten, Jazuli Juwaini dari Partai Keadilan Sejahtera sedang mempertimbangkan aktor Dedy Mizwar untuk mendampingi sebagai calon Wakil Gubernur.

"Dedy Mizwar masuk dalam pertimbangan untuk mendampingi dan diusung sebagai calon wakil gubernur," kata Jazuli Juwaini ditemui dalam acara musyawarah kerja daerah PKS Kota Tangerang Selatan di Serpong, Ahad (10/7).

Jazuli mengatakan, selain Dedy Mizwar, PKS juga sedang mempertimbangkan calon lainnya dari unsur birokrat, politisi dan tokoh masyarakat. Namun, ia masih belum ingin mengungkapkan calon yang kini masuk dalam pertimbangannya. Pasalnya, saat ini sedang dilakukan survei untuk melihat keseriusannya.

Yang jelas, PKS lebih mengutamakan pendamping yang memiliki visi dan misi sesuai partai yakni melakukan pembenahan terhadap Banten lebih baik. "Intinya, kita sedang berupaya mencari pendamping wakil gubernur yang memiliki visi dan misi sesuai partai untuk membenahi Banten," kata anggota DPR ini.

Selain mempertimbangkan mencari calon wakil gubernur, PKS juga sedang melakukan konsolidasi dengan partai politik lainnya untuk berkoalisi nantinya. Saat ini, sudah ada empat partai politik yang siap berkoalisi dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Namun, dirinya masih belum bisa menginformasikannya.

"Ada empat partai politik yang siap bergabung bersama PKS nantinya. Tetapi, untuk menjaga suhu politik, kami belum bisa memberitahunya," kata Jazuli yang juga warga Ciputat, Tangerang Selatan.

Ketua DPW PKS Banten, Irfan Maulidi menambahkan bila PKS sudah mengambil formulir pendaftaran calon gubernur dengan mengusung Jazuli Juwaini. "Sedangkan untuk calon wakil gubernur, kita baru akan mengumumkannya saat pengembalian formulir. Karena, ada beberapa orang yang sedang kami pertimbangkan," katanya.(Ant/BEY) [Sumber: http://www.metrotvnews.com]

Senin, 23 Mei 2011

Pilgub Banten, PKS Gadeng Mitra Koalisi Usung Jazuli

Jazuli Juwaini (tengah)
Jelang pemilihan Gubernur Banten yang akan digelar pada 22 Oktober 2011 nanti, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banten mengaku sudah mengantongi beberapa partai untuk berkoalisi dalam mengusung Jazuli Juwaini sebagai calon Gubernur Banten.

“Kita sudah selesai masalah koalisi karena sudah melakukan konsolidasi dengan sejumlah partai untuk melengkapi persyaratan minimum. Tapi nama partainya belum bisa kita sebutkan. Nanti pada saatnya kita akan umumkan, yang jelas sudah melampaui jumlah kursi,” kata Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, Minggu (22/5/2011) kemarin.

Terkait pasangan bakal calon Wakil Gubernur untuk disandingkan dengan Jazuli, Luthfi juga mengatakan sudah memiliki lima nama sedang dalam proses.

“Ada lima nama yang tengah kita lakukan proses fit and proper test serta verifikasi. Ada dari kalangan partai, birokrat, dan non-partisan,” tambah Luthfi.

Luthfi menambahkan, Jazuli sosok yang cocok untuk membawa perubahan Banten kedepan. Selain itu, Luthfi juga menambahkan, Jazuli memiliki latar belakang yang pas untuk menjadi kepala daerah.

“Satu lagi, Pak Jazuli itu sebagai anggota Banggar (Badan Anggaran) di DPR. Biasanya calon kepala daerah dicari berlatar belakang Banggar karena kemajuan ekonomi tidak lepas dari kebijakan penganggaran,” tambah Luthfi.  (Aef) [Sumber: http://www.berita8.com]

Selasa, 12 April 2011

Profil: KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA


"Kehadiran insan politik (politisi) di Senayansebagai anggota DPR harus dimaknai sebagai upaya terlibat dalam politikperubahan. Menjadi anggota dewan hanyalah bermakna orang pertama di antaramasyarakatnya. Sama sekali bukan menjadi yang paling utama, paling mulia, paling hebat, dibandingkan masyarakat kebanyakan. Dia akan menjadi utama danmulia apabila dapat menampilkan politik kebaikan dan mampu menggerakkanperubahan ke arah yang lebih baik (reformasi)" [KH. Jazuli Juwaini,Lc, MA dalam Buku “Memimpin Perubahan di Parlemen]

KH. JazuliJuwaini, Lc, MA, lahir pada tanggal 2 Maret 1965.Sejak tahun 1990 sampai saat ini tinggal dan menjadi warga Ciputat Banten(Kakek/Nenek berasal dari Kronjo Tangerang). Periode 2004-2009 merupakan awalmula beliau terlibat dalam politik formal dengan menjadi Anggota DPR RI (PKS)dari Dapil Banten III (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan). Namun jika politik dimaknaisebagai upaya terlibat aktif dalam mengadvokasi dan menyelesaikan permasalahanumat dan masyarakat, hal ini sudah dilakukan KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA sejaklama karena beliau berkiprah sebagai da’i yang aktif di tengah-tengahmasyarakat. Hingga kini, meski menjadi pejabat negara, beliau tetap konsistenmenjadi da’i bagi umat. Hal ini terbukti dengan jadwal ceramahnya yang tidakpernah surut dan berkurang, bahkan semakin bertambah.

KH. JazuliJuwaini, Lc, MA, juga pernah diamanahi oleh PKSuntuk menjadi calon Bupati Tangerang pada Pilkada 2008 lalu. Interaksi langsungsecara intensif dengan masyarakat selama Pilkada memperkuat pemahaman beliau tentang berbagai problematika rakyatdan memperkuat motivasi beliau untuk semakin berkontribusi memberikan solusiatas permasalahan tersebut. Saat ini ketika beliau mendapatkan amanah kembalisebagai bakal calon Gubernur Banten 2011-2016 dari PKS hanya satu yang terbesitdalam benak beliau yaitu bagaimana dapat berkontribusi lebih nyata dan lebihbaik lagi bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat, khususnya rakyat Banten.

KH. JazuliJuwaini, Lc, MA, terpilih kembali sebagai AnggotaDPR RI untuk periode yang kedua dari daerah pemilihan yang sama (Banten III).Pada periode kedua ini (2009-2014) beliau ditugaskan Fraksi untuk duduk di KomisiVIII yang membidangi masalah-masalah agama,sosial, pemberdayaan perempuan & anak, dan serta penanggulangan bencana. Selain itu, beliau juga ditugaskan menjadi wakil Komisi VIII di Badan Anggarandari FPKS. 

Bukan tanpa sebab Fraksi menugaskan KH. Jazuli Juwaini, Lc,MA untuk menggawangi Komisi VIII mengingat selama ini KH. Jazuli Juwaini, Lc,MA memiliki perhatian yang sangat besar pada soal-soal kesejahteraan rakyat dankeummatan. Intensitas interaksi yang tinggi dengan masyarakat sebagai wakilrakyat maupun sebagai dai yang aktif menyapa dan mentarbiyah umat menjadikanKH. Jazuli Juwaini, Lc, MA paham betul apa yang menjadi inti permasalahansosial dan persoalan keummatan.

Pengalaman selama lima tahun menjadi Anggota DPR RI(2004-2009) menempa kemampuan KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA sebagai wakil rakyatpada periode kedua ini. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuannya mengartikulasikan kepentingan rakyat danmendesakkannya agar menjadi agenda kebijakan pemerintah/mitra Komisi VIII(Kementerian Sosial, Kementerian Agama, Kementerian Negara PemberdayaanPerempuan dan Anak, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Komisi PerlindunganAnak Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional). Kerapkali pernyataan KH. JazuliJuwaini, Lc, MA menjadi solusi atas kebuntuan dalam pembahasan program,anggaran, dan legislasi.

Tercatat, kritik tajam KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA bahwatidak boleh ada hambatan teknis dalam pencairan dana bencana pada rapat-rapattentang kebencanaan di Komisi maupun Badan Anggaran DPR, mendorong pemerintah untuk mendesain ulang mekanisme pencairananggaran bencana sehingga lebih cepat. Catatan lain, ketajaman analisa danpenguasaannya pada detil penganggaran memiliki andil besar dalam menurunkanbiaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) sebesar rerata sebesar 80 dolar padamusim haji tahun 2010 lalu dibandingkan tahun 2009.

Di samping itu, KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA juga memilikiperhatian yang besar dalam peningkatan kualitas pendidikan Islam (madrasah danpondok pesantren). Menurutnya perlu rekonstruksi dan revitalisasi pendidikan Islam, perlu grand design sistempendidikan Islam, perlu peningkatan kualitas dan modernisasi sekolah-sekolahIslam sehingga memiliki daya saing dan prestasi yang membanggakan dan tidak kalah dengan sekolah-sekolah umum. Oleh karena itu, KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA mendesakKementerian Agama untuk benar-benar memperhatian institusi pendidikan Islam, denganmenambah anggarannya, memperbaiki tata kelola manajemennya, serta memperkuatkapasitas dalam segenap aspeknya, karena lembaga ini telah berkontribusi melahirkan banyakpemimpin bangsa karena kuatnya pendidikan karakter atau akhlaknya.

KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA termasuk ‘vokalis’ di Komisi VIIIdan DPR RI. Pendapatnya seringkali menjadi rujukan media dalam isu-isuspesifik. Ciri khas statement-nya: tajam tapi tidak agresif-konfrontatif melainkan selalu mencari titik temu setiapmasalah kebijakan (solutif). Hal ini menjadikannya salah satu juru bicaraFraksi maupun Partai dalam masalah-masalah sosial dan keummatan. Tidak heran bila pendapatnya hampirselalu menghiasi media cetak maupun elektronik. Sejak awal periode DPR2009-2014 sudah belasan kali KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA tampil sebagai narasumber siaranlangsung (live) di televisi nasional, mulai kasus lokalisasi judi, selamatkangenerasi dari pornografi, kerukunan umat beragama, pro-kontra SKB Pendirian Rumah Ibadah, pembahasanongkos naik haji (BPIH), mengkritisi angka kemiskinan, hingga pro-kontra Ahmadiyah.

Dalam setiap kesempatan beliau selalu berujar bahwa bangsaini adalah bangsa yang besar, kekayaan alam dan SDM-nya melimpah, terlebih lagidengan jumlah penduduk mayoritas muslim, seharusnya menjadikan penduduk negeriini hidup sejahtera, karena keyakinan ajaran Islam begitu mementingkanaktivitas berusaha dan bekerja bukan bermalasan apalagi meminta-minta. Darisudut pandang ini, bangsa Indonesia paling berhak merasakan kemakmurandibandingkan negara-negara lain di dunia. Sayangnya, potensi besar bangsa inibelum dikelola dengan baik dan profesional, sehingga masih perlu perbaikan dan peningkatankualitas SDM yang berkesinambungan. Menurut KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA persoalanmindset dan mentalitas bangsa perlu mendapatkan prioritas perbaikan sebelum memperbaikiaspek lainnya secara berkesinambungan. 

Kemandirian ekonomi umat dan rakyat adalah kuncikeberhasilan pembangunan kesejahteran rakyat. Oleh karena itu KH. JazuliJuwaini, Lc, MA selalu mendorong program dan aktivitas pembangunan khususnya yang dilakukan pemerintah maupun yangdikelola oleh lembaga-lembaga nonpemerintah benar-benar bertujuan memberdayakanrakyat. Artinya berbagai program kegiatan harus mampu memotivasi, mengubah pola piker (mindset),memperkuat mentalitas, menambah pengetahuan dan wawasan, serta membuka jalan bagi upaya kemandirian rakyat.

Pada sisi lain KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA berpendapat bahwadiperlukan upaya kolektif yang terintegrasi dan terkoordinasi dalam menanganipermasalahan sosial dan keummatan. KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA mengkritisi polakoordinasi penanganan kemiskinan yang selama ini tersebar program dananggarannya di banyak kementerian dan lembaga, juga antara pemerintah pusat dandaerah. Belum lagi yang serupa dilakukan oleh lembaga-lembaga sosial nonpemerintah.Hal ini perlu penataan ulang agar upaya menangani kemiskinan dan mewujudkankemandirian rakyat dapat lebih efektif. Oleh karena itu DPR RI (Komisi VIII) merasaperlu untuk menginisiasi RUU tentang Penanganan Fakir Miskin dan RUU (revisi) tentangZakat, Infak, dan Shodaqoh dalam upaya menataguna arsitektur penanganan kemiskinannasional.

Atas perhatian dan penguasaan terhadap permasalahan sosialdan keummatan serta solusi atas permasalahan tersebut KH. Jazuli Juwaini, Lc,MA mendapatkan amanah lebih besar lagi ketika pada Munas II PKS pertengan 2010lalu beliau dikukuhkan menjadi Ketua DPP PKS Bidang Pengambangan Ekonomi dan Kewirausahaan.

Tentu amanah ini sangat berat dan membutuhkan usaha yangkeras dan cerdas dalam merealisasikannya. Bagi KH. Jazuli Juwaini, Lc, MAamanah ini menjadi tantangan untuk mensinergikan segala potensi yang dimiliki PKS baik di pemerintahan (eksekutif -legislatif) maupun unit-unit amal PKS yang selama ini aktif mengembangkanekonomi dan kewirausahaan. Harapannya adalah terwujudnya kemandirian ekonomi kader PKS yangpada gilirannya akan memberikan kontribusi positif bagi keberlangsungan dakwahdan kemandirian bangsa Indonesia.

KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA memulai pelaksanaan amanahtersebut dengan mengkonsolidasikan segala potensi kader dan unit kelembagaanPKS dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan, memetakan dan merancang kebutuhanpeningkatan kualitas (kapasitas pengetahuan, keterampilan, akses peluang, dan permodalan)dan mensinergikannya dengan potensi besar bangsa ini, bahkan dengan menjalinkerjasama dan kemitraan dengan luar negeri. Hal ini ditunjukkan misalnya ketika DPP PKSkhususnya Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan, pada Januari 2011lalu, bermuhibah ke Ingris dan menjalin komunikasi dengan komunitas muslimIngris dari berbagai kalangan untuk belajar dan bertukar pikiran tentang pengembangan ekonomi.

KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA yakin potensi besar bangsa ini,berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia, bukan tanpa maksuddianugerahkan Allah SWT untuk Indonesia. Allah berkehendak bangsa ini terus belajar, tumbuh dan berkembang, menjadibangsa yang maju dan sejahtera. Agar bangsa ini mau bekerja keras dan berusaha.Dan agar bangsa ini mau bersatu padu dalam kemajemukan untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraanbersama. Upaya itu harus disadari dan dimulai oleh setiap komponen bangsa dengan keyakinan bahwa kita bangsa Indonesia seharusnya menjadi yang palingberhak merasakan kesejahteraan dan kemakmuran di atas segala potensi besartersebut.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More