This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2011

Profil: Yoyoh Yusroh, S.Pdi

Yoyoh Yusroh dan Keluarga
Sosoknya memang sangat sederhana dan bersahaja, keberadaannya telah memberi nuansa baru di ruang rapat Komisi VIII DPR. dia merupakan salah satu dari ke-4 orang pimpinan Komisi VIII DPR yang membidangi masalah agama, sosial dan pemberdayaan perempuan. Menurutnya,keberadaannya DPR merupakan suatu amanah yang sangat berat.

"kedudukan saya di DPR adalah merupakan amanah, prinsip kami di DPR bukan sekedar untuk kepentingan pribadi, namun keberadaan di DPR untuk berkontribusi melalui anggaran, legislasi aturan supervisi dan DPR juga kita jadikan suatu mimbar da wah dan sebuah universitas untuk menimbah ilmu,"kata ibu dari 13 orang putra/putri ini.

Yoyoh Yusro merupakan perempuan yang sangat getol berorganisasi bahkan semenjak masih remaja, dirinya sudah aktif mengikuti organisasi seperti pelajar islam Indonesia, tahun 1980an, bahkan juga pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Menurut Yoyoh keaktifannya di sejumlah organisasi dan LSM dilakukan semata-mata untuk menegakkan amar ma ruf nahi munkar.

"hal yang terpenting untuk menegakkan amar ma ruf ini adalah dengan memberikan contoh secara nyata serta melakukan pendekatan secara persuaif sehingga tidak menimbulkan rasa antipati dari orang lain,"paparnya.

disamping amar ma ruf nahi munkar,mengenai money politikpun dirinya tidak bergeming. "waktu itu saya kunker ke Jabar guna meninjau proyek-proyek pemerintah yang terkait dengan Komisi VIII. mereka saat presentasi mengatakan kekurangan dana. tetapi pulangnya mereka mengajak makan di tempat yang sangat representatif. dan di bandara kita diberi amplop. Saya tanya ini untuk apa, Pak? dia bilang sebagai tanda cinta karena biu sudah meluangkan waktu menengok proyek kami. langsung saya jawab lo, katanya bapak kekurangan dana tetapi kok masih memberikan kepada kami. Kami ini sudah berkecukupan, pak. akhirnya setelah berdebat cukup lama. uang itu saya sumbangkan kembali ke lembaga mereka dan saya minta kwitansi agar tidak terjadi kesalahpahaman,"kata Yoyoh.

Yoyoh mengatakan menjadi suatu suara yang minor memang sangat berat, namun menurutnya bagaimana cara kita mengkomunikasikan dengan teman-teman lainnya, bukankah kita ingin menjadikan DPR menjadi suatu lembaga yang bersih dan benar-benar pembela rakyat. "jadi menurut saya harus kita mulai dari masing-masing anggota bahwa kita tidak hanya dipantau oleh konstituen tapi juga oleh yang diatas-sang pencipta dengan pemikiran seperti ini kita bisa menjadi lebih bertanggung jawab,"tandasnya.

Komunikasi dialogis
Perempuan yang memiliki 13 orang putra/putri ini, mengatakan mendidik anak itu harus dengan metode yang tepat karena masing-masing anak memiliki banyak keistimewaan masing-masing. Yoyoh menuturkan dirinya menggunakan metode komunikasi dialogis untuk mengembangkan dan menumbuhkan potensi dari masing-masing anak. "saya akan berusaha menjelaskan kesibukkan saya dengan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti, jika mereka bertanya ngapain saja sih Ummi keluar rumah terus? saya jawab bahwa saya mmengajak mereka berda wah, mengajak mereka solat, berbuat baik dan mengajak mereka supaya tidak berantem,"katanya.

permasalahan prinsip pendelegasian tugas kepada anak juga menjadi perhatian yang besar dari seorang Yoyoh Yusro. "anak pertama bertugas ke anak nomor 5, anak nomor 2 bertanggung jawab pada anak no.6, anak nomor 3 bertanggung jawab pada anak no.7 demikian seterusnya,"kata Yoyoh.

Ketegasan juga menjadi prinsip utama kunci keberhasilan dalam mendidik anak. "kalau Ramadhan saya tegas katakan, TV off, saya lebih suka mereka naik sepeda sampai berkeringat daripada duduk diam didepan TV. saya mengikuti cara sahabat nabi dalam mendidik anaknya, jadi waktu ramadhan adalah waktu untuk berkonsentrasi kepada Al-qur an,"tegas Yoyoh, disamping itu, Yoyoh juga menerapkan prinsip keterbukaan antara orangtua maupun anak-anak.

Biodata:
Nama: Yoyoh Yusroh, S.Pdi
Tempat Lahir: Tangerang
Tgl Lahir: 14-11-1962
Agama: Islam
 

Riwayat Pendidikan:
1. STAI AlQudwah
2. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tahun 1982
3. PGAN Atas Pondok Pinang Jakarta, tahun 1979
4. PGAN Pertama Tangerang, tahun 1979
5. SDN Jurumudi II, tahun 1972

Riwayat Pekerjaan:
1. Guru agama SMU Bahagia tahun 1983-1984
2. Wakil Direktur Taman Qur an Robbi Rodhiyya tahun 1989-1991
3. Dosen Lembaga Studi Islam Al Hikmah tahun 1991-1997
4. Dosen Institut Pemberdayaan Perempuan (IPP) tahun 2001
5. Dosen Pendidikan Guru TK Islam Nurul Fikri tahun 2003
6. Pembimbing Utama biro Perjalanan Haji PT Madani tahun 2002-sekarang
7. anggota DPR/MPR RI tahun 1999-2004, Komisi VII
8. anggota DPR/MPR RI tahun 2004-2009, Komisi VIII
9. Anggota Dewan Pakar ICMI Tahun 2005-2010, bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Lansia

Tanda Jasa:

1. International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000
2. International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003
3. Mubaligh National dari Departemen Agama Pusat tahun 2001


Sumber: www.dpr.go.id

Selasa, 12 April 2011

Profil: KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA


"Kehadiran insan politik (politisi) di Senayansebagai anggota DPR harus dimaknai sebagai upaya terlibat dalam politikperubahan. Menjadi anggota dewan hanyalah bermakna orang pertama di antaramasyarakatnya. Sama sekali bukan menjadi yang paling utama, paling mulia, paling hebat, dibandingkan masyarakat kebanyakan. Dia akan menjadi utama danmulia apabila dapat menampilkan politik kebaikan dan mampu menggerakkanperubahan ke arah yang lebih baik (reformasi)" [KH. Jazuli Juwaini,Lc, MA dalam Buku “Memimpin Perubahan di Parlemen]

KH. JazuliJuwaini, Lc, MA, lahir pada tanggal 2 Maret 1965.Sejak tahun 1990 sampai saat ini tinggal dan menjadi warga Ciputat Banten(Kakek/Nenek berasal dari Kronjo Tangerang). Periode 2004-2009 merupakan awalmula beliau terlibat dalam politik formal dengan menjadi Anggota DPR RI (PKS)dari Dapil Banten III (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan). Namun jika politik dimaknaisebagai upaya terlibat aktif dalam mengadvokasi dan menyelesaikan permasalahanumat dan masyarakat, hal ini sudah dilakukan KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA sejaklama karena beliau berkiprah sebagai da’i yang aktif di tengah-tengahmasyarakat. Hingga kini, meski menjadi pejabat negara, beliau tetap konsistenmenjadi da’i bagi umat. Hal ini terbukti dengan jadwal ceramahnya yang tidakpernah surut dan berkurang, bahkan semakin bertambah.

KH. JazuliJuwaini, Lc, MA, juga pernah diamanahi oleh PKSuntuk menjadi calon Bupati Tangerang pada Pilkada 2008 lalu. Interaksi langsungsecara intensif dengan masyarakat selama Pilkada memperkuat pemahaman beliau tentang berbagai problematika rakyatdan memperkuat motivasi beliau untuk semakin berkontribusi memberikan solusiatas permasalahan tersebut. Saat ini ketika beliau mendapatkan amanah kembalisebagai bakal calon Gubernur Banten 2011-2016 dari PKS hanya satu yang terbesitdalam benak beliau yaitu bagaimana dapat berkontribusi lebih nyata dan lebihbaik lagi bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat, khususnya rakyat Banten.

KH. JazuliJuwaini, Lc, MA, terpilih kembali sebagai AnggotaDPR RI untuk periode yang kedua dari daerah pemilihan yang sama (Banten III).Pada periode kedua ini (2009-2014) beliau ditugaskan Fraksi untuk duduk di KomisiVIII yang membidangi masalah-masalah agama,sosial, pemberdayaan perempuan & anak, dan serta penanggulangan bencana. Selain itu, beliau juga ditugaskan menjadi wakil Komisi VIII di Badan Anggarandari FPKS. 

Bukan tanpa sebab Fraksi menugaskan KH. Jazuli Juwaini, Lc,MA untuk menggawangi Komisi VIII mengingat selama ini KH. Jazuli Juwaini, Lc,MA memiliki perhatian yang sangat besar pada soal-soal kesejahteraan rakyat dankeummatan. Intensitas interaksi yang tinggi dengan masyarakat sebagai wakilrakyat maupun sebagai dai yang aktif menyapa dan mentarbiyah umat menjadikanKH. Jazuli Juwaini, Lc, MA paham betul apa yang menjadi inti permasalahansosial dan persoalan keummatan.

Pengalaman selama lima tahun menjadi Anggota DPR RI(2004-2009) menempa kemampuan KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA sebagai wakil rakyatpada periode kedua ini. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuannya mengartikulasikan kepentingan rakyat danmendesakkannya agar menjadi agenda kebijakan pemerintah/mitra Komisi VIII(Kementerian Sosial, Kementerian Agama, Kementerian Negara PemberdayaanPerempuan dan Anak, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Komisi PerlindunganAnak Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional). Kerapkali pernyataan KH. JazuliJuwaini, Lc, MA menjadi solusi atas kebuntuan dalam pembahasan program,anggaran, dan legislasi.

Tercatat, kritik tajam KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA bahwatidak boleh ada hambatan teknis dalam pencairan dana bencana pada rapat-rapattentang kebencanaan di Komisi maupun Badan Anggaran DPR, mendorong pemerintah untuk mendesain ulang mekanisme pencairananggaran bencana sehingga lebih cepat. Catatan lain, ketajaman analisa danpenguasaannya pada detil penganggaran memiliki andil besar dalam menurunkanbiaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) sebesar rerata sebesar 80 dolar padamusim haji tahun 2010 lalu dibandingkan tahun 2009.

Di samping itu, KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA juga memilikiperhatian yang besar dalam peningkatan kualitas pendidikan Islam (madrasah danpondok pesantren). Menurutnya perlu rekonstruksi dan revitalisasi pendidikan Islam, perlu grand design sistempendidikan Islam, perlu peningkatan kualitas dan modernisasi sekolah-sekolahIslam sehingga memiliki daya saing dan prestasi yang membanggakan dan tidak kalah dengan sekolah-sekolah umum. Oleh karena itu, KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA mendesakKementerian Agama untuk benar-benar memperhatian institusi pendidikan Islam, denganmenambah anggarannya, memperbaiki tata kelola manajemennya, serta memperkuatkapasitas dalam segenap aspeknya, karena lembaga ini telah berkontribusi melahirkan banyakpemimpin bangsa karena kuatnya pendidikan karakter atau akhlaknya.

KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA termasuk ‘vokalis’ di Komisi VIIIdan DPR RI. Pendapatnya seringkali menjadi rujukan media dalam isu-isuspesifik. Ciri khas statement-nya: tajam tapi tidak agresif-konfrontatif melainkan selalu mencari titik temu setiapmasalah kebijakan (solutif). Hal ini menjadikannya salah satu juru bicaraFraksi maupun Partai dalam masalah-masalah sosial dan keummatan. Tidak heran bila pendapatnya hampirselalu menghiasi media cetak maupun elektronik. Sejak awal periode DPR2009-2014 sudah belasan kali KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA tampil sebagai narasumber siaranlangsung (live) di televisi nasional, mulai kasus lokalisasi judi, selamatkangenerasi dari pornografi, kerukunan umat beragama, pro-kontra SKB Pendirian Rumah Ibadah, pembahasanongkos naik haji (BPIH), mengkritisi angka kemiskinan, hingga pro-kontra Ahmadiyah.

Dalam setiap kesempatan beliau selalu berujar bahwa bangsaini adalah bangsa yang besar, kekayaan alam dan SDM-nya melimpah, terlebih lagidengan jumlah penduduk mayoritas muslim, seharusnya menjadikan penduduk negeriini hidup sejahtera, karena keyakinan ajaran Islam begitu mementingkanaktivitas berusaha dan bekerja bukan bermalasan apalagi meminta-minta. Darisudut pandang ini, bangsa Indonesia paling berhak merasakan kemakmurandibandingkan negara-negara lain di dunia. Sayangnya, potensi besar bangsa inibelum dikelola dengan baik dan profesional, sehingga masih perlu perbaikan dan peningkatankualitas SDM yang berkesinambungan. Menurut KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA persoalanmindset dan mentalitas bangsa perlu mendapatkan prioritas perbaikan sebelum memperbaikiaspek lainnya secara berkesinambungan. 

Kemandirian ekonomi umat dan rakyat adalah kuncikeberhasilan pembangunan kesejahteran rakyat. Oleh karena itu KH. JazuliJuwaini, Lc, MA selalu mendorong program dan aktivitas pembangunan khususnya yang dilakukan pemerintah maupun yangdikelola oleh lembaga-lembaga nonpemerintah benar-benar bertujuan memberdayakanrakyat. Artinya berbagai program kegiatan harus mampu memotivasi, mengubah pola piker (mindset),memperkuat mentalitas, menambah pengetahuan dan wawasan, serta membuka jalan bagi upaya kemandirian rakyat.

Pada sisi lain KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA berpendapat bahwadiperlukan upaya kolektif yang terintegrasi dan terkoordinasi dalam menanganipermasalahan sosial dan keummatan. KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA mengkritisi polakoordinasi penanganan kemiskinan yang selama ini tersebar program dananggarannya di banyak kementerian dan lembaga, juga antara pemerintah pusat dandaerah. Belum lagi yang serupa dilakukan oleh lembaga-lembaga sosial nonpemerintah.Hal ini perlu penataan ulang agar upaya menangani kemiskinan dan mewujudkankemandirian rakyat dapat lebih efektif. Oleh karena itu DPR RI (Komisi VIII) merasaperlu untuk menginisiasi RUU tentang Penanganan Fakir Miskin dan RUU (revisi) tentangZakat, Infak, dan Shodaqoh dalam upaya menataguna arsitektur penanganan kemiskinannasional.

Atas perhatian dan penguasaan terhadap permasalahan sosialdan keummatan serta solusi atas permasalahan tersebut KH. Jazuli Juwaini, Lc,MA mendapatkan amanah lebih besar lagi ketika pada Munas II PKS pertengan 2010lalu beliau dikukuhkan menjadi Ketua DPP PKS Bidang Pengambangan Ekonomi dan Kewirausahaan.

Tentu amanah ini sangat berat dan membutuhkan usaha yangkeras dan cerdas dalam merealisasikannya. Bagi KH. Jazuli Juwaini, Lc, MAamanah ini menjadi tantangan untuk mensinergikan segala potensi yang dimiliki PKS baik di pemerintahan (eksekutif -legislatif) maupun unit-unit amal PKS yang selama ini aktif mengembangkanekonomi dan kewirausahaan. Harapannya adalah terwujudnya kemandirian ekonomi kader PKS yangpada gilirannya akan memberikan kontribusi positif bagi keberlangsungan dakwahdan kemandirian bangsa Indonesia.

KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA memulai pelaksanaan amanahtersebut dengan mengkonsolidasikan segala potensi kader dan unit kelembagaanPKS dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan, memetakan dan merancang kebutuhanpeningkatan kualitas (kapasitas pengetahuan, keterampilan, akses peluang, dan permodalan)dan mensinergikannya dengan potensi besar bangsa ini, bahkan dengan menjalinkerjasama dan kemitraan dengan luar negeri. Hal ini ditunjukkan misalnya ketika DPP PKSkhususnya Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan, pada Januari 2011lalu, bermuhibah ke Ingris dan menjalin komunikasi dengan komunitas muslimIngris dari berbagai kalangan untuk belajar dan bertukar pikiran tentang pengembangan ekonomi.

KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA yakin potensi besar bangsa ini,berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia, bukan tanpa maksuddianugerahkan Allah SWT untuk Indonesia. Allah berkehendak bangsa ini terus belajar, tumbuh dan berkembang, menjadibangsa yang maju dan sejahtera. Agar bangsa ini mau bekerja keras dan berusaha.Dan agar bangsa ini mau bersatu padu dalam kemajemukan untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraanbersama. Upaya itu harus disadari dan dimulai oleh setiap komponen bangsa dengan keyakinan bahwa kita bangsa Indonesia seharusnya menjadi yang palingberhak merasakan kesejahteraan dan kemakmuran di atas segala potensi besartersebut.

Sabtu, 09 April 2011

Kebijakan Dasar


PENGANTAR

Segala puji dipanjatkan kepada Allah,Rabb sekalian alam yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita.Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada qudwah hasanah kita,junjungan Nabi Muhammad SAW, para keluarga, shahabat, dan para pejuang risalahyang disampaikannya sampai akhir zaman.

Terima kasih disampaikan kepada semuayang terlibat dalam penyusunan ini, terutama para anggota tim yang telahbersusah payah dan bekerja keras dengan mengerahkan tenaga dan pikiran demiterlaksananya tugas tersebut, serta yang telah melakukan pembahasan secaraseksama terhadap draft yang telah disediakan. Semoga amal baik mereka diterimadi sisi Allah dan menjadi bekal bagi kehidupan akhirat nanti.




"Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan(pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanyakepada-Nya-lah aku kembali." Hanya kepada Allah kita berserah diri.

I. PENDAHULUAN

A. LANDASAN

1. Firman Allah,
Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telahdiwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apayang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agamadan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orangmusyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama ituorang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yangkembali (kepada-Nya)." (QS, al-Syura: 13)
2. Firman Allah,
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang berimandi antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguhakan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikanorang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagimereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akanmenukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi amansentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapundengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka merekaitulah orang-orang yang fasik" (QS, al-Nur: 55)
3. Firman Allah,
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkansuatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu)kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah denganharta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surgayang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempattinggal yang baik di dalam surga `Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan(ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dankemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepadaorang-orang yang beriman." (QS, al-Shaff: 10-13)
4. Firman Allah,
Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yanglurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain),karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itudiperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa." (QS, al-An'am:153)
5. AD/ART ( Muqoddimah dan Tujuan).

B. DASAR PEMIKIRAN

Islam adalah sistem integral yangmampu membimbing ummat manusia menuju kesejahteraan lahir dan batin, duniawidan ukhrawi. Kesejahteraan tersebut hanya dapat diwujudkan melalui duakemenangan, yaitu kemenangan pribadi (futuh khashah) dan kemenangan politik(futuh ‘ammah). Kemenangan pribadi diraih dengan ketaqwaan yang bersifatindividu, sedangkan kemenangan politik diraih dengan ketaqwaan kolektif. Da'wahyang sistemik dan terus-menerus adalah satu-satunya jalan menuju dua kemenangantersebut

Realitas masyarakat Indonesia saatini menunjuk kan tengah terjadinya deviasi sistemik kehidupan ber masyarakatdari sendi-sendi tuntunan ilahiyah dalam hampir semua sendi kehidupan, baikpolitik, ekonomi, sosial, maupun budaya. Akibat hal tersebut terjadilahberbagai malapetaka yang menimpa bangsa ini dalam berbagai sisi kehidupan.Diyakini, sebuah bangsa akan terbebas dari segala bentuk malapetaka yangmenakutkan apabila bangsa tersebut memurnikan keimanannya kepada Allah dansecara konsisten merealisasikan seluruh hukum-hukum-Nya. (QS.6 : 81-82).

Untuk mengembalikan masyarakat kepadatun tunan Allah diperlukan gerakan dakwah, yang pada hakikatnya merupakanproses tahawwul wa taghayyur (transformasi dan perubahan) menuju tatanankehidupan yang islami, baik pada level perorangan maupun pada levelkemasyarakatan dan kenegaraan. Gerakan da'wah akan efektif apabila didukungoleh manhaj, uslub dan wasilan yang jelas serta tanpa ragu terjun ke sektorkehidupan, termasuk wilayah politik.

Namun, ketika gerakan dakwah memasukiwilayah kemasyarakatan dan kenegaraan, mau tidak mau dia akan berhadapan denganberbagai kendala internal dan tantangan eksternal yang harus disikapi dandihadapi dengan penuh perhitungan agar cita-cita dakwah dapat dicapai denganbaik. Untuk itu diperlukan sebuah perspektif dan kerangka kerja yang menjadipatokan dasar aktifitas Partai serta menjadi guidence bagi aktifis dalammerespons dan mengantisipasi persoalan yang terjadi dalam aktifitas sosialpolitik. Perspektif, patokan dasar dan guidance itu dirumuskan dalam bentukKebijakan Dasar Partai.

Dengan kebijakan dasar yang jelasdiharapkan seluruh proses perjalanan Partai dan aktifitasnya tetap berada dalambingkai da'wah. Dengan demikian jati diri Partai Keadilan Sejahtera sebagaiPartai Da'wah merefleksi ke seluruh sikap, perilaku dan aktifitasnya.

C. TUJUAN

Kebijakan Dasar Partai KeadilanSejahtera ini dimaksudkan untuk :
1.       Meletakkan perspektif dan kerangka kerja Partai dalammenyusun dan mengoperasionalkan program-program strategis.
2.       Memberikan kerangka umum kepada Partai untuk memudahkandalam penyusunan program aksi dan langkah-langkah operasionalnya.
3.       Menjadi patokan umum dalam memposisikan Partai sebagaikekuatan politik dalam berinteraksi dengan berbagai kekuatan masyarakat.
4.       Menjadi guidance bagi aktivis dalam merespons danmengantisipasi persoalan yang terjadi dalam aktivitas sosial politik.

II. VISI DAN MISI

A. VISI

Visi Umum:

"SEBAGAIPARTAI DA'WAH PENEGAK KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN DALAM BINGKAI PERSATUAN UMMATDAN BANGSA."

Visi Khusus:

PARTAI BERPENGARUHBAIK SECARA KEKUATAN POLITIK, PARTISIPASI, MAUPUN OPINI DALAM MEWUJUDKANMASYARAKAT INDONESIA YANG MADANI.

Visi ini akan mengarahkan PartaiKeadilan Sejahtera sebagai :
1.       Partai da'wah yang memperjuangkan Islam sebagai solusidalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
2.       Kekuatan transformatif dari nilai dan ajaran Islam didalam proses pembangunan kembali umat dan bangsa di berbagai bidang.
3.       Kekuatan yang mempelopori dan menggalang kerjasama denganberbagai kekuatan yang secita-cita dalam menegakkan nilai dan sistem Islam yangrahmatan lil ‘alamin.
4.       Akselerator bagi perwujudan masyarakat madani diIndonesia.

B. MISI

1.       Menyebarluaskan da'wah Islam dan mencetak kader-kadernyasebagai anashir taghyir.
2.       Mengembangkan institusi-institusi kemasyarakatan yangIslami di berbagai bidang sebagai markaz taghyir dan pusat solusi.
3.       Membangun opini umum yang Islami dan iklim yang mendukungbagi penerapan ajaran Islam yang solutif dan membawa rahmat.
4.       Membangun kesadaran politik masyarakat, melakukanpembelaan, pelayanan dan pemberdayaan hak-hak kewarganegaraannya.
5.       Menegakkan amar ma'ruf nahi munkar terhadap kekuasaansecara konsisten dan kontinyu dalam bingkai hukum dan etika Islam.
6.       Secara aktif melakukan komunikasi, silaturahim, kerjasamadan ishlah dengan berbagai unsur atau kalangan umat Islam untuk terwujudnyaukhuwah Islamiyah dan wihdatul-ummah, dan dengan berbagai komponen bangsa lainnyauntuk memperkokoh kebersamaan dalam merealisir agenda reformasi.
7.       Ikut memberikan kontribusi positif dalam menegakkankeadilan dan menolak kedhaliman khususnya terhadap negeri-negeri muslim yangtertindas.

III. PRINSIPKEBIJAKAN

Secara umum prinsip kebijakan dasaryang diambil oleh Partai Keadilan Sejahtera terefleksi utuh dalam jati dirinyasebagai Partai Da'wah. Sedangkan da'wah yang diyakini Partai Keadilan Sejahteraadalah da'wah rabbaniyah yang rahmatan lil'alamin, yaitu da'wah yang membimbingmanusia mengenal Tuhannya dan da'wah yang ditujukan kepada seluruh ummatmanusia yang membawa solusi bagi permasalahan yang dihadapinya. Ia adalahda'wah yang menuju persaudaraan yang adil di kalangan ummat manusia, jauh daribentuk-bentuk rasialisme atau fanatisme kesukuan, ras, atau etnisitas.
Atas dasar itu maka da'wah menjadiporos utama seluruh gerak partai. Ia juga sekaligus menjadi karakteristikperilaku para aktivisnya dalam berpolitik. Maka prinsip-prinsip yangmencerminkan watak da'wah berikut telah menjadi dasar dan prinsip setiapkebijakan politik dan langkah operasionalnya.

1. Al-Syumuliyah(Lengkap dan Integral)
Sesuai dengan karakteristik da'wahIslam yang syamil, maka setiap kebijakan Partai akan selalu dirumuskan denganmempertimbangkan berbagai aspek, meman dangnya dari berbagai perspektif, danmensinkronkan antara satu aspek dengan aspek lainnya.

2. Al-Ishlah(Reformatif)
Setiap kebijakan, program, danlangkah yang ditempuh Partai selalu berorientasi pada perbaikan (ishlah), baikyang berkaitan dengan perbaikan individu, masyarakat, ataupun yang berkaitandengan perbaikan pemerintahan dan negara. dalam rangka meninggikan kalimatAllah, memenangkan syari'at-Nya, dan menegakkan daulah-Nya.

3. Al-Syar'iyah(Konstitusional)
Syari'ah yang berisi hukum-hukumAllah SWT telah menetapkan hubungan pokok antara manusia terhadap Allah (hablunmin Allah) dan hubungan terhadap diri sendiri dan orang lain (hablun minal-nas). Menjunjung tinggi syari'ah, ketundukan, dan komitmen kepadanya dalamseluruh aspek kehidupan merupakan kewajiban setiap muslim sebagai konsekuensikeimanannya. Komitmen itu wujud dalam bentuk keteguhan (al-istimsak) kepadaal-haq, bulat hati dan percaya penuh kepada Islam sebagai ajaran yang lurus dankonprehensif yang harus ditegakkan dalam seluruh aspek kehidupan dengan tetapmenjaga fleksibiltas sebagai ciri dari syari'at Islam serta mempertimbangkanaspek legalitas formal yang tidak bertentangan dengan syari'ah. Demiterwujudnya makna kemerdekaan sejati semua peraturan yang ada dalam Al-Qurandan As-Sunnah menjadi dasar konstitusi bagi seluruh kebijakan, program danperilaku politik. Sebab kemandirian refrensi syari'at pada kekuasaan negara danpenegak hukum memberikan jaminan penting dalam merealisir amanah dan melawankedhaliman.

4. Al-Wasathiyah(Moderat)
Masyarakat muslim disebut sebagaimasyarakat "tengah" (ummatan wasatha). Simbol moralitas msyarakatIslam tersebut melahirkan prilaku, sikap, dan watak moderat (wasathiyah) dalamsikap dan interaksi muslim dengan berbagai persoalan. Al-wasathiyah yang telahmenjadi ciri Islam baik dalam aspek-aspek nazhariyah (teoritis) dan ‘amaliyah(operasional) atau aspek tarbiyah (pendidikan) dan tasyri ‘iyah(perundang-undangan) harus merefleksi pada aspek ideologi ataupun tashawwur(persepsi), ibadah yang bersifat ritual, akhlak, adab (tatakrama), tasyri' dandalam semua kebijakan, program, dan perilaku politik Partai Keadilan Sejahtera.Dalam tataran praktis sikap kemoderatan ini dinyatakan pula dalam penolakannyaterhadap segala bentuk ekstremitas dan eksageritas kezhaliman dan kebathilan.

5. Al-Istiqamah(Komit dan Konsisten)
Oleh sebab berpegang teguh kepadaajaran dan aturan Islam (43: 43) merupakan ciri seorang muslim maka komitmendan konsistensi kepada gerakan Islam harus menjadi inspirasi setiap geraknya.Konsekuensinya seluruh kebijakan, program, dan langkah-langkah operasionalPartai harus istiqamah (taat asas) pada "hukum transenden" yangditemukan dalam keseluruhan tata alamiah dan dalam keseluruhan proses sejarah(ayat-ayat kawniyat-Nya), dalam Kitab-kitab-Nya (ayat-ayat qawliyat-Nya) dandalam sunnah Rasulullah SAW, dalam konsensus ummat, serta dalam elaborasitertulis oleh para mujtahid yang berkompeten mengeluarkan hukum-hukum terhadapmasalah yang benar-benar tidak ditemukan secara tekstual dalam Risalah orisinal(al-Qur`an dan al-Sunnah). Konsistensi menuntut kontinyuitas (al-istimrar)dalam gerakan dalam arti adanya kesinambungan antara kebijakan dan programsebelumnya.

6. Al-Numuw waal-Tathawwur (Tumbuh dan Berkembang)
Konsistensi yang menjadi watak PartaiKeadilan Sejahtera tidak boleh melahirkan stagnan bagi gerakan dan kehilangankreatifitasnya yang orisinal. Maka prinsip al-numuw wa al-tathawwur(pertum-buhan yang bersifat vertikal dan perkembangan yang bersifat horizontal)harus menjadi prinsip gerakannya dengan tetap mengacu kepada kaidah yangbersumber dari nilai-nilai Islam. Oleh karena itu Partai dalam kebijakan,program dan langkah-langkah operasionalnya harus tetap konsern kepadapengembangan potensi SDM hingga mampu melakukan eksalarasi mobilitas vertikaldan perluasan mobilitas horizontal.

7. Al-Tadarruj waAl-Tawazun (Bertahap, Seimbang dan Proporsional)
Pertumbuhan dan perkembangan gerakanda'wah Partai mesti dilalui secara bertahap dan proporsional, sesuai dengan sunnatullahyang berlaku di jagat raya ini. Seluruh sistem Islam berdiri di atas landasankebertahapan dan keseimbangan. Kebertahapan dan keseimbangan merupakan tataalamiah yang tidak akan mengalami perubahan. Manusia secara fithrah terciptadalam kebertahapan dan keseimbangan yang nyata. Maka semua tindakan manusia,lebih-lebih tindakan politik, yang berupaya memisahkan diri dari kebertahapan,keserasian dan keseimbangan akan berakibat pada kehancuran yang karenanya dapatdikategorikaan sebagai kejahatan bagi kemanusiaan dan lingkungan sejagat. Olehsebab itu kebertahapan dan keseimbangan (tadarruj dan tawazun) harus melekatdalam seluruh kiprah Partai, baik dalam kiprah individu fungsionaris danpendukung nya ataupun kiprah kolektifnya.

8. Al-Awlawiyat waAl-Mashlahah (Skala Prioritas dan Prioritas Kemanfaatan)
Efektivitas sebuah gerakan salahsatunya ditentukan oleh kemampuan gerakan tersebut dalam menentukan prioritaslangkah dan kebijakannya. Sebab segala sesuatu mempunyai saat dan gilirannya.Amal perbuatan memiliki keutamaan yang bertingkat-tingkat pula (9: 19-20), dariyang bersifat strategis, politis, sampai ke yang bersifat taktis. Prinsipal-awlawiyat dalam gerakan pada hakikatnya refleksi dari budaya berpikirstrategis. Oleh sebab itu kebijakan, program, dan langkah-langkahoperasionalnya didasarkan kepada visi dan misi partai. Prinsip al-awlawiyatdapat melahirkan efisiensi dan efektifitas gerakan. Di samping itu, PartaiKeadilan Sejahtera yakin bahwa sebaik-baik muslim adalah yang paling bermanfaatbagi kepentingan manusia. Maka pada hakikatnya mashlahah ummah menjadi dasardan prisip dalam kebijakan, program, dan langkah-langkah operasionalnya. Untukitu ia akan tetap konsern terhadap semua persoalan yang dihadapi ummat.Kepentingan ummat selalu menjadi pertimbangan dan perioritas. Maka baik dalamkebijakan ataupun dalam sikap dan operasional harus selalu memilikikeberpihakan yang jelas terhadap kepentingan ummat. Kepentingan ummat harusdiletakkan di atas kepentingan kelompok dan individu.

9. Al Hulul(Solusi)
Partai Keadilan Sejahtera sesuaidengan namanya, ia memperjuangkan aspek-aspek yang yang tidak hanya berhentipada janji, teori maupun kegiatan yang tidak dirasakan manfaatnya oleh ummat.Keadilan dan kesejahteraan haruslah diperjuangkan dengan ihsan dan itqon(profesional), itulah yang mengharuskan partai dan aktivisnya mengarahkanaktivitas dan program partai untuk menjadi solusi dan merealisirnya di setiapaktivitas yang mereka tempuh.

10.Al-Mustaqbaliyah (Orientasi masa depan)
Pada kenyataannya tiga dimensi waktu(masa lalu, masa kini, dan masa mendatang) merupakan realitas yang salingberhubungan. Disadari, sasaran da'wah yang akan diwujudkan merupakan sasaranbesar, yaitu tegaknya agama Allah di bumi yang menyebarluaskan keadilan dan kesejahteraanbagi seluruh ummat manusia, yang bisa jadi yang akan menikmati keberhasilannyaadalah generasi mendatang. Maka seyogyanya setiap kebijakan yang diambil danprogram-program yang dicanangkan mengaitkan ketiga dimensi waktu tersebut. Masalalu sebagai pelajaran, masa kini sebagai realitas, dan masa depan sebagaiharapan. Keadaan yang kita geluti sekarang merupakan refleksi masa lalu kitadan sekaligus akan menentukan masa depan kita. Maka sangat bijak kalaukebijakan, program, dan langkah-langkah yang ditempuh tidak menge nyamping kanketiga dimensi waktu tersebut dan selalu berorientasi pada masa depan, tidakhanya memikirkan nasib kita sekarang ini (59: 18).

10. Al-'Alamiyah(Bagian dari da'wah sedunia)
Pada hakikatnya gerakan da'wahIslamiyah, baik tujuan ataupun sasaran yang akan dicapai, bersifat ‘alamiyah(mendunia) sejalan dengan universalitas Islam. Hal itu telah menjadisunnatudda'wah. Ia merupakan aktivitas yang tidak kenal batas etnisitas,negara, atau daerah tertentu. Kenyataan itu menegaskan bahwa eksistensi da'wahkita merupakan bagian dari da'wah ‘alamiyah. Oleh sebab itu prinsip kebijakanda'wah kita tidak lepas dari kebijakan dan gerakan da'wah sedunia. Adalah suatukemestian setiap kebijakan yang diambil, program yang dicanangkan, dan langkah-langkahyang ditempuh selaras dengan kebijakan da'wah yang bersifat ‘alami dan tundukpada sunnatudda'wah tersebut dengan tidak melikuidasi persoalan khas yangdihadapi di masing-masing wilayah.

IV. KEBIJAKAN DASAR

Kebijakan Dasar Partai dapat dilihatdalam dua rumusan yaitu Kebijakan Umum dan Strategi Umum. Kebijakan Umumdijabarkan dalam berbagai aspek yang merupakan lingkup kehidupan sehari-haripartai yaitu Ideologi, Politik, Birokrasi, Ekonomi dan Kesejahteraan, SosialBudaya, IPTEK dan Hukum. Sementara itu, Strategi Umum ditempuh melalui dua halyaitu Kebijakan Internal dan Eksternal .

A. Kebijakan Umum :

1. Ideologi

Diprediksi kesadaran politikmasyarakat akan terus menguat seiring penguatan ideologisasi dalam tubuhpartai-partai politik. Oleh sebab itu perlu ditetapkan sebuah kebijakan dasardalam mengantisipasi kemungkinan menguatnya konflik-konflik ideologis dikalangan aktivis partai.
1.       Memproyeksikan Islam sebagai sebuah ideologi ummat yangmenjadi landasan perjuangan politik menuju masyarakat sejahtera lahir danbatin.
2.       Menjadikan ideologi Islam sebagai ruh perjuanganpembebasan manusia dari penghambaan antar sesama manusia menuju penghambaanhanya kepada Allah SWT ; pembebasan manusia dari kefajiran ideologi rekaanmanusia menuju keadilan Islam ; dan mengantarkan manusia kepada kebahagiaan danketenangan hidup.
3.       Operasionalisasi ideologi Islam dan cita-cita politiknyadi atas tiga prinsip
·        Pertama :Kemenyeluruhan dan finalitas sistem Islam,
·        Kedua : Otoritassyari'ah yang bersumber dari al-Qur‘an dan al-Sunnah, dan ijtihad.
·        Ketiga : Kesesuaianaplikasi sistem dan solusi Islam dengan setiap zaman dan tempat.
2. Politik
  1. Pembangunan sistem
    Memperjuangkan konsepsi-konsepsi Islam dalam sistem kemasyarakatan dan kenegaraan
  2. Pembangunan komunikasi politik
    Komunikasi politik dipandang sebagai proses yang dilakukan satu sistem untuk mempengaruhi sistem yang lain melalui pengaturan signal-signal yang disampaikan. Dikarenakan komunikasi politik dilakukan dengan tujuan agar orang lain mau berpartisipasi dalam politik maka diperlukan beberapa kerangka dasar yang dapat dijadikan guidance para aktivis dalam komunikasi politik.
1.       i. Penyadaran umum pentingnya sistem politik Islamisebagai solusi terhadap persoalan bangsa dan negara.
2.       ii. Mengokohkan kredibilitas dan efektifitas komunikasiantara Partai dan mayarakat
  1. Pembangunan budaya politik
1.       Mengokohkan Islam sebagai sumber nilai budaya dalamkehidupan politik
2.       Mengembangkan budaya egaliter dan demokratis yangtercermin dalam perilaku politik
3.       Membangun budaya rasionalitas dalam kehidupan politik
4.       Mengembangkan budaya hisbah.
  1. Pembangunan partisipasi politik
1.       Penumbuhan kondisi yang menyebabkan lahirnya kesediaanmasyarakat untuk berpartisipasi politik melalui Partai Keadilan Sejahterasecara sukarela.
2.       Mempersiapkan suasana yang kondusif yang dapat menarikorang untuk berpartisipasi secara bebas.
  1. Hubungan eksternal
    Pola ta'awun ‘alal birri wat taqwa (bekerja sama dalam merealisir kebajikan dan taqwa), dan tidak ta'wun ‘alal ismi wal ‘udwan (bekerja sama dalam dosa dan melanggar hukum) adalah merupakan prinsip dasar dalam membangun kerja sama. Selain itu Al-Wala merupakan asas hubungan sesama muslim. Sedangkan al-Barra merupakan asas hubungan dengan orang-orang kafir. Dalam rangka optimalaisasi prinsip dasar hubungan sesama manusia dalam perspektif Islam itu perlu kebijakan umum.
1.       Bersikap cinta, ta'awun, dan loyal dengan partai,organisasi, dan lembaga-lembaga Islam, baik di dalama ataupun di luar negeri.
2.       Aktif dalam menciptakan suasana yang kondusif untukterciptanya kerjasama, ukhuwwah, dan persatuan antara lembaga-lembaga Islam.
3.       Membudayakan sikap husnuzhan (baik sangka) terhadap sesamaorganisasi Islam
4.       Bersikap tegas terhadap semua institusi yang mengusung danmengibarkan bendera kekufuran.
  1. Pemilu 2004
    Menghadapi Pemilu 2004 nanti diperkirakan skala persaingan antarpartai politik semakin luas. Di sisi lain, diterapannya sistem semi distrik (berdasar Undang-undang Pemilu yang baru), seiring dengan menguatnya tuntutandesentralisasi, memerlukan kebijakan dan strategi baru. Dalam kaitan ini Partai Keadilan Sejahtera menentukan kebijakan umum.sebagai berikut :
1.       Mengikuti Pemilu tahun 2004 dengan bendera Partai KeadilanSejahtera
2.       Menentukan kawasan-kawasan unggulan untuk sukses dakwahmelalui Pemilu yang rinciannya akan ditentukan oleh DPP Partai KeadilanSejahtera
3.       Komitmen untuk memenuhi kuota perempuan dalam Pemiludengan mencalonkan dari kalangan perempuan sebagai calon anggota legislatifsebagaimana diatur dalam UU Pemilu.
4.       Mempercepat proses pembentukan Dewan Pakar di tingkat pusatdan daerah dan mengefektifkannya sebagai sarana rekrutmen tokoh potensial.
5.       Memperkuat struktur dan SDM di Dati II sebagai langkahantisipasi diberlakukannya otonomisasi daerah dan Sistem Semi Distrik.
6.       Memperkuat lini dan akses ekonomi dan menggalakkan tabunganPemilu.

3. Birokrasi

Setidak-tidaknya ada tiga fenomenayang muncul dalam kehidupan birokrasi sekarang ini :
·        Pertama :kebobrokan di semua sektor,
·        Kedua : menjadisarang KKN, dan
·        Ketiga : tidakprofesional dalam menjalankan roda pemerintahan. Oleh karena itu perludilakukan reformasi untuk memun culkan clean government. Sebagai konsekuensinyaperlu Partai memiliki kebijakan memasuki wilayah birokrasi dengan tujuan ishlahal-hukumah dengan kebijakan:
  1. Lebih memperhatikan birokrasi dengan memasukkan anasir-anasir taghyir internal untuk menuduki jabatan strategis dengan tetap berpegang pada asas kepatutan dan akhlak karimah.
  2. Membentuk wadah independen bagi pegawai yang bekerja di pemerin tahan.
  3. Menjadi pelopor dalam pemberan tasan KKN dan dalam menegakkan kejujuran, keadilan, kesederhanaan, dan profesionalisme serta dalam melayani masyarakat.
  4. Melakukan kontrol secara aktif.
4. Ekonomi danKesejahteraan

Kemadirian dalam memenuhi kedua costdapat membantu terciptanya kesejahteraan yang merata juga merupakan salah satufaktor utama kekuatan sebuah struktur partai. Oleh karena itu perlulangkah-langkah strategis dan konkret dalam upaya menumbuhkan kemandiriantersebut.
1.       Menumbuhkan kesadaran nilai-nilai Islam dalam prilaku dankebijakan ekonomi.
2.       Membangun kekuatan ekonomi ummat dan bangsa melaluipendirian proyek ekonomi yang mandiri betapa pun kecilnya dan memberantas KKN,sistem kartel dan monopoli yang menghancurkan ekonomi rakyat.
3.       Memelihara kekayaan ummat secara umum dengan mendorongberkembangnya industri dan proyek-proyek ekonomi Islam.
4.       Tidak membiarkan begitu saja satu keping mata uang jatuhke tangan musuh-musuh ummat.
5.       Menjaga kekayaan alam dari eksploitasi yang merugikanrakyat banyak
6.       Memperbanyak usaha-usaha solutif dan pilot project untukmemajukan ekonomi rakyat bekerjasama dengan berbagai pihak yang komitmen baikdi dalam maupun luar negeri.

5. Sosial Budaya

Kecenderungan membiaknya deviasisistemik pada bidang sosial budaya, pengabaian nilai-nilai luhur yang diringidengan menguatnya kultur materialisme, dan dahsyatnya serbuan budaya pop yangdibarengi dengan kecenderungan distorsi pemahaman keagama an bagi sebagianbesar masyarakat muslim telah menjadi fenomena umum. Hal itu melahirkan kondisilingkungan sosial yang jauh dari nilai-nilai Islam. Kondisi seperti itu, jikalemah dalam pemberan tasannya, dapat menyerang lingkungan yang semula baik.Oleh sebab itu Partai perlu mengantisipasi sedini mungkin setidak-tidaknyauntuk membentengi diri dari tertularnya berbagai penyimpangan tersebut denganmenetapkan kebijakan umum berikut:
1.       Membangun imunitas individu, keluarga, dan masyarakat dariberbagai virus sosial budaya yang dapat merusak jati diri kaum muslimin.
2.       Mengembangkan produk-produk budaya Islam baik dalam bentukketeladanan ataupun dalam bentuk kesenian.
3.       Aktif dalam mewujudkan perundang-undangan yang meninggikanbudaya bangsa dan mengkoreksi budaya yang merusak.

6. IPTEK danIndustri

IPTEK dan industri merupakan syaratbagi kemajuan materi suatu bangsa dalam mewujudkan cita-cita kesejahteraan.Sedangkan kebahagiaan hakiki hanya mungkin tercapai apabila manusia mampumemahami kehendak Allah yang dimanifestasikan di dalam hukum-hukum-Nya danaplikasi yang tepat menge nai hukum-hukum itu melalui aktivitas etis, aktifitassosial dan teknologi yang dikendalikan secara etis. Untuk itu perlu sebuahkebijakan yang dapat mengarahkan IPTEK dan Industri untuk kebahagiaan manusia.
1.       Penguasaan bidang IPTEK dan Industri sebagai syaratkemajuan materi suatu bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan hidup manusia.
2.       Menghidupkan upaya-upaya pemberian bingkai moral dalampengembangan dan aplikasi IPTEK, sehingga menjadi rahmat bagi manusia.
3.       Mengembangkan IPTEK terapan untuk membantu akselerasipenguasaan teknologi dalam rangka peningkatan kualitas SDM ummat.
4.       Menumbuhkembangkan sentra-sentra industri yang strategisuntuk kemajuan ekonomi ummat dan bangsa.

7. Peran dan Tugaswanita

Kenyataan bahwa tugas memakmurkanbumi (istikhlaf) merupakan tugas kolektif manusia (laki-laki dan wanita) yangmenunjukkan kenyataan adanya prinsip ‘kemitraan' dalam peran sosial politiknya.Hal itu setidak-tidaknya tercermin dalam persamaan nilai kemanusiaan, persamaanhak sosial, dan persamaan dalam tanggungjawab beserta balasannya. Kenyataanlain menunjukkan partisipasi wanita dalam siasah, terutama dalam perolehansuara pada Pemilu, sangat signifikan. Oleh sebab itu Partai perlu memilikikebijakan dasar menge nai keterlibatan wanita dalam politik.
1.       Mengoptimalkan peran wanita dalam segala bidang kehidupandengan tetap memelihara harkat dan martabat kewanitaannya.
2.       Membangun kondisi yang kondusif bagi optima lisasi peranpolitik wanita dalam mengusung cita-cita politik dengan tetap berpegang padanilai-nilai Islam dan fitrah.
3.       Keseimbangan hak pemberdayaam politik.
4.       Keseimbangan proporsioanal dalam penempatan wanita dilembaga-lembaga strategis baik secara kwalitatif maupun kwantitatif.
5.       Perhatian yang cukup terhadap isu-isu kontem porer wanitayang berkembang di masyarakat.
6.       Menjadikan institusi keluarga sebagai lembaga pendidikanpolitik.

8. Hukum

Sejatinya hukum menetapkan hubunganpokok antara manusia terhadap Tuhan, terhadap makhluk lain, terhadap oranglain, dan terhadap dirinya sendiri. Dalam kehidupan manusia hukum dapatdiperlukan memiliki supremasi demi menjamin keteraturan dan menghindari kekacauan.Dalam rangka turut menegakkan supremasi hukum di Indonesia maka Partai KeadilanSejahtera perlu menentukan kebijakan dasar sebagai berikut :
1.       Mendukung terwujudnya supremasi hukum didalam kehidupanmasyarakat
2.       Membangun kesiapan masyarakat untuk secara bertahapmenerima syariat Islam melalui cara-cara yang syar'i dan konstitusional
3.       Memperjuangkan secara struktural pemberlakuan hukum-hukumIslam yang masyarakat telah siap menerimanya
4.       Mempraktekkan ajaran Islam dan syariatnya secaraistiqomah, sebagai solusi, keteladanan dan rahmat bagi kehidupan.

9. Pendidikan:

Pendidikan merupakan kebutuhan dasarmanusia yang seyogyanya ditangani secara serius dan bertanggungjawab. Dalamkonteks kehidupan berbangsa dan bernegara pendidikan adalah dasar pembentukankarakter bangsa. Oleh karena itu penyelenggaraan pendidikan harus sejalandengan nilai-nilai dan keyakinan otentik bangsa. Maka setiap upaya pendidikanyang bertentangan dengan nilai-nilai dasar suatu bangsa akan melahirkangenerasi yang rapuh dan lepas dari akar kekuatannya.
1.       Mengupayakan secara sungguh-sungguh terselenggaranyasistem pendidkan integral yang menjamin lahirnya generasi yang beriman,bertaqwa, cerdas, dan trampil.
2.       Melindungi anak bangsa dari sasaran rekayasa pendangkalanaqidah dan pemurtadan yang berkedok aktivitas pendidikan.
3.       Memperjuangkan model pendidikan yang terjangkau seluruhelemen masyarakat dan berkualitas.
B. Strategi Umum :
Memperhatikan trend umum perubahanyang terjadi dewasa ini diperlukan suatu kebijakan dasar untuk menghadapi danmenuju perubahan ke depan. Untuk itu diperlukan adanya strategi umum yangberkaitan dengan konsolidasi internal dan ekspansi eksternal :

1. KonsolidasiInternal.
  1. a. Konsolidasi internal dengan sasaran pengokohan barisan, antisipasi tekanan, dan penataan perubahan:
    1. Mengokohkan komitmen ideologis dan doktrin perjuangan.
    2. Mengembangkan keutuhan fikrah dan keluasan wawasan.
    3. Menguatkan ruh mahabbah, ta'awun dan ukhuwah sesama kader.
    4. Mengintensifkan arus komunikasi dua arah antara struktur dan basis kader/pendukung serta mengembangkan budaya amal-jama'i dengan ruh jundiyah.
  2. b. Konsolidasi internal dengan sasaran pengem bangan syi'ar Islam, perluasan basis sosial dan opini umum, dan pengokohan dukungan politik :
    1. Meningkatkan kesadaran tentang wa'yu amni dan siyasi.
    2. Meningkatkan kemampuan identifikasi dan kalkulasi terhadap gerak unsur-unsur kekuat an yang menjadi musuh Islam (yaitu musuh secara ideologis, politis, ekonomis maupun sosial-budaya) di kawasan tanggung-jawab da'wah nya.
    3. Mengembangkan kemampuan pertahan an diri pada setiap kader.
    4. Mengintensifkan ta'amul ijtima'i dengan masyarakat sekitar dan tokoh-tokoh setempat, termasuk aparat dan birokrasi pemerintahan dalam rangka menyerap informasi dan membangun dukungan sosial.
  3. c. Konsolidasi internal untuk menata perubahan :
    1. Menumbuhkan kemampuan elemen struktur dan kader untuk memahami kondisi geografis-demografis-politis yang menjadi wilayah tanggung-jawab da'wahnya.
    2. Meningkatkan penguasaan konsep sional dan metode-metode perubahan masyarakat serta pola-pola pengelola annya.
    3. Meningkatkan efektifitas struktur dalam mengorganisir agenda da'wah, dan melakukan perencanaan strategis sampai tingkat DPD dan menjadikan DPC dan DPRa sebagai ujung tombak ekspansi da'wah di daerahnya.
  4. d. Konsolidasi internal tentang Organisasi, Kaderisasi dan Pengembangan SDM:
    Mengingat tantangan masa depan da'wah begitu kompleks dan karenanya memerlukan kelincahan bergerak maka perlu segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menentukan kebijakan dasar tentang organisasi, kaderisasi dan pengembangan SDM:
    1. Melakukan reorganisasi partai yang disesuai kan dengan tantangan ke depan.
    2. Membangun pusat-pusat kaderisasi di setiap wilayah dan daerah.
    3. Mengalokasikan secara proporsional potensi SDM Partai pada lembaga-lembaga strategis dan pusat-pusat perubahan.
    4. Menetapkan doktrin perjuangan dan prosedur disiplin organisasi bagi kader untuk mengokohkan militansi ideologis, pemikiran dan gerakan.
2. EkspansiEksternal
  1. a. Ekspansi eksternal melalui pengembangan syi'ar Islam dan pelayanan sosial:
    1. Memperluas wilayah-wilayah jangkauan da'wah secara geografis dan demografis.
    2. Mengoptimalkan peran media massa dan figur-figur massa dan lembaga-lembaga sosial yang dikelola.
    3. Memperkuat sosialisasi simbol-simbol Islam melalui berbagai media publikasi.
  2. b. Ekspansi eksternal untuk memperbesar basis sosial:
    1. Menata personil da'wah dan lembaganya dan meningkatkan aktifitas pembinaan ke berbagai segmen strategis.
    2. Mengembangkan lembaga pendidikan Islam.
    3. Meningkatkan kerjasama da'wah dengan berbagai lembaga, organisasi maupun tokoh-tokoh da'wah.
  3. c. Ekspansi eksternal untuk memperluas opini umum:
    1. Meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat akan bahaya media massa yang merusak.
    2. Memberdayakan dan mengembangkan media massa internal.
    3. Mengefektifkan program-program munasharah dan informasi dunia Islam.
    4. Menajamkan kegiatan-kegiatan nadawaat dan sejenis.
  4. d. Ekspansi eksternal untuk memperkokoh dukungan politik:
    1. Menguatkan dukungan sosial dan politik.
    2. Optimalisasi peran dan publikasi misi kerja SDM yang ada di legislatif, eksekutif dan birokrasi.
    3. Mendirikan LSM-LSM dan mengembangkan aksi-aksi advokasi sosial, hukum dan politik yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah,.
    4. Mengefektifkan instrumen kekuatan politik mahasiswa dan kalangan profesi dalam memperjuangkan agenda reformasi secara berkelanjutan.
    5. Melakukan kontrol sosial terhadap kekuasaan.
    6. Membangun jaringan lobby ke pusat-pusat kekuasaan dan kekuatan politik yang tersedia.
    7. Mengefektifkan komunikasi dengan partai-partai Islam, partai-partai reformis, ormas-ormas Islam maupun tokoh masyarakat.
V. PENUTUP

Demikianlah beberapa rumusanKebijakan Dasar Partai Keadilan Sejahtera yang telah disahkan dalam MusyawarahNasional Pertama Partai Keadilan Sejahtera. Oleh karena itu perlu dilakukanpensosialisasian, pendalaman dan pengayaan agar strategi, langkah, danoperasionalisasi yang akan diambil oleh Partai lebih dapatdipertanggungjawabkan.

Kamis, 07 April 2011

Anggota DPR RI dari PKS utk periode 2009 - 2014




Berikut nama-nama Anggota DPR RI dari PKSutk periode 2009 - 2014 :

1. H. Muhammad Nasir Djamil, S. Ag. NAD 1
2. H. Raihan Iskandar Lc. NAD 2
3. Ir. Tifatul Sembiring Sumut1
4. Iskan Qolba Lubis, MA. Sumut2
5. Ansory Siregar Sumut 3
6. Prof. DR. H. Irwan Prayitno, PSi, M.Sc. Sumbar1
7. Refrizal Sumbar 2
8. Drs. Chairul Anwar, Apt Riau1
9. Hj. Herlini Amran, MA Kep. Riau
10. Mustafa Kamal, Ss SumSel 1
11. KH. Bukhori Lc, MA SumSel 2
12. Drs. H. Moh. Syahfan B. Sampurno Bengkulu
13. Drs. Al Muzzamil Yusuf Lampung1
14. KH. Ir. Abdul Hakim, MM Lampung2
15. Ahmad Zainuddin, Lc DKI 1
16. DR. Mohamad Sohibul Iman DKI 2
17. Drs. H. Adang Daradjatun DKI 3
18. Achmad Rilyadi, SE DKI 3
19. DR. Zulkieflimansyah, SE, MSc Banten2
20. H. Jazuli Juwaini, Lc. MA Banten3
21. DRA. Hj. Yoyoh Yusroh Banten3
22. Drs. H. Suharna Surapranata, MT Jabar1
23. Hj. Ledia Hanifa Amaliah, SSi, MPSI.T Jabar1
24. H. Ma'mur Hasanuddin, MA Jabar2
25. H. Ecky Awal Mucharam, SE Jabar3
26. Ir.H. Yudi Widiana Adia, M.Si Jabar4
27. H.TB. Soenmandjaja, SD Jabar5
28. Mahfudz Abdurrahman Jabar6
29. Drs. Arifinto Jabar 7
30. Drs. Mahfudz Siddiq Jabar8
31. Nurhasan Zaidi, S.Sos.I Jabar9
32. KH. DR. Surahman Hidayat, MA Jabar10
33. Kemal Azis Stamboel Jabar11
34. H. Zuber Safawi,S.HI Jateng1
35. HM. Gamari Jateng 3
36. Drs. M. Martri Agoeng Jateng4
37. DR. Hidayat Nur Wahid Jateng5
38. Ir.H. Sugihono Karyosuwondo Jateng7
39. Tossy Aryanto, SE.M.MH Jateng8
40. Ir. Suswono, MMA Jateng 9
41. Agoes Poernomo, SIP DIY
42. Ir. H. Sigit Sosiantomo Jatim1
43. H. Mukhamad Misbakhun, SE Jatim2
44. Luthfi Hasan Ishaaq, MA Jatim5
45. H. Rofi' Munawar, Lc Jatim7
46. Ir. Memed Sosiawan Jatim 8
47. Ir. Abdul Azis Suseno, MT Jatim11
48. Rahman Amin KalBar
49. Aboe Bakar, SE KalSel 1
50. Hb. Ir. Nabiel Al Musawa, MSi KalSel2
51. Aus Hidayat Nur KalTim
52. Fahri Hamzah, SE NTB
53. H.M. Anis Matta, Lc SulSel1
54. Tamsil Linrung, S.Pd SulSel2
55. Andi Rahmat, SE SulSel 3
56. H. Yan Herizal, SE SulTra
57. DR. Adhyaksa Dault,SH.MSI SulTeng


Sumber: mahfudzsiddik.blogspot.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More